Reserva de la Biosfera de la Mariposa Monarca
( Monarch Butterfly Biosphere Reserve )Cagar Biosfer Kupu-Kupu Monarch (Spanyol: Reserva de Biosfera de la Mariposa Monarca) adalah Situs Warisan Dunia yang berisi sebagian besar musim dingin situs populasi timur kupu-kupu raja. Cagar alam ini terletak di ekoregion hutan pinus-oak Sabuk Vulkanik Trans-Meksiko di perbatasan Michoacán dan Negara Bagian Meksiko, 100 km (62 mil), barat laut Mexico City. Jutaan kupu-kupu tiba di cagar alam setiap tahun. Kupu-kupu hanya menghuni sebagian kecil dari 56.000 hektar cagar alam dari Oktober–Maret. Misi biosfer adalah untuk melindungi spesies kupu-kupu dan habitatnya.
Sebagian besar raja musim dingin dari Amerika Utara bagian timur ditemukan di sini. Para peneliti menemukan daerah-daerah ini pada tahun 1975. Keputusan presiden pada tahun 1980-an dan 2000 menetapkan daerah-daerah yang masih dikuasai swasta ini sebagai cagar federal. Cagar Alam ini dinyatakan sebagai Cagar Biosfer pada tahun 1980 dan Situs Warisan Dunia pada tahun 2008. Cagar alam terseb...Selengkapnya
Cagar Biosfer Kupu-Kupu Monarch (Spanyol: Reserva de Biosfera de la Mariposa Monarca) adalah Situs Warisan Dunia yang berisi sebagian besar musim dingin situs populasi timur kupu-kupu raja. Cagar alam ini terletak di ekoregion hutan pinus-oak Sabuk Vulkanik Trans-Meksiko di perbatasan Michoacán dan Negara Bagian Meksiko, 100 km (62 mil), barat laut Mexico City. Jutaan kupu-kupu tiba di cagar alam setiap tahun. Kupu-kupu hanya menghuni sebagian kecil dari 56.000 hektar cagar alam dari Oktober–Maret. Misi biosfer adalah untuk melindungi spesies kupu-kupu dan habitatnya.
Sebagian besar raja musim dingin dari Amerika Utara bagian timur ditemukan di sini. Para peneliti menemukan daerah-daerah ini pada tahun 1975. Keputusan presiden pada tahun 1980-an dan 2000 menetapkan daerah-daerah yang masih dikuasai swasta ini sebagai cagar federal. Cagar Alam ini dinyatakan sebagai Cagar Biosfer pada tahun 1980 dan Situs Warisan Dunia pada tahun 2008. Cagar alam tersebut sebagian besar masih berupa pedesaan. Administrator cagar alam terus khawatir dengan efek merusak dari pembalakan liar dan pariwisata. Upaya konservasi terkadang bertentangan dengan kepentingan petani lokal, pemilik tanah berbasis masyarakat, pemilik tanah pribadi, dan masyarakat adat.
Tambah komentar baru