Sekolah Sagrada Família (Katalan: Escoles de la Sagrada Família, Spanyol: Escuelas de la Sagrada Familia ) dibangun pada tahun 1909 oleh arsitek Spanyol modern Antoni Gaudí di dekat situs Basílica de la Sagrada Família. Itu adalah gedung sekolah kecil untuk anak-anak pekerja yang membangun Sagrada Família, meskipun anak-anak tetangga lainnya juga bersekolah, terutama dari kelas kurang mampu. Pengajaran dipimpin oleh Magin Espina Pujol, guru matematika dan teman Gaudí, yang foto kelas mengajarnya ada di sekolah saat ini.
Bangunan ini memiliki tapak persegi panjang berukuran 10 m (33 ft) kali 20 m (66 ft), dan berisi tiga ruang kelas, aula, dan kapel, dengan kamar kecil sebagai tambahan bangunan. Konstruksi dilakukan dengan fasad bata dalam tiga lapisan yang tumpang tindih, mengikuti tradisi teknis Catalan. Baik dinding maupun atapnya memiliki bentuk bergelombang yang memberi kesan ringan pada struktur, tet...Selengkapnya
Sekolah Sagrada Família (Katalan: Escoles de la Sagrada Família, Spanyol: Escuelas de la Sagrada Familia ) dibangun pada tahun 1909 oleh arsitek Spanyol modern Antoni Gaudí di dekat situs Basílica de la Sagrada Família. Itu adalah gedung sekolah kecil untuk anak-anak pekerja yang membangun Sagrada Família, meskipun anak-anak tetangga lainnya juga bersekolah, terutama dari kelas kurang mampu. Pengajaran dipimpin oleh Magin Espina Pujol, guru matematika dan teman Gaudí, yang foto kelas mengajarnya ada di sekolah saat ini.
Bangunan ini memiliki tapak persegi panjang berukuran 10 m (33 ft) kali 20 m (66 ft), dan berisi tiga ruang kelas, aula, dan kapel, dengan kamar kecil sebagai tambahan bangunan. Konstruksi dilakukan dengan fasad bata dalam tiga lapisan yang tumpang tindih, mengikuti tradisi teknis Catalan. Baik dinding maupun atapnya memiliki bentuk bergelombang yang memberi kesan ringan pada struktur, tetapi, pada saat yang sama, memiliki kekuatan yang besar. Di bagian luar, tiga area yang dimaksudkan sebagai ruang kelas terbuka ditutup dengan pergola besi.
Bangunan ini dipandang sebagai contoh kejeniusan konstruktif dan telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak arsitek karena kesederhanaan, stamina, volume asli, fungsionalitas, dan kemurnian geometrisnya. Bentuknya yang bergelombang telah diterapkan oleh arsitek seperti Le Corbusier, Pier Luigi Nervi, Félix Candela, dan Santiago Calatrava.
Tambah komentar baru