Tapisserie de Bayeux
( Dewangga Bayeux )Dewangga Bayeux (bahasa Prancis: Tapisserie de Bayeux; bahasa Latin: Tapete Baiocense) adalah kain sepanjang hampir 70 meter (230 kaki) dan selebar 50 sentimeter (20 inci) bersulam gambar runtunan peristiwa yang berakhir dengan takluknya Inggris kepada bangsa Norman pada tahun 1066. Pengerahan pasukan Normandia ke Inggris, di bawah pimpinan William, Adipati Normandia, dimaksudkan untuk menggugat kedaulatan Raja Harold II, dan memuncak pada peristiwa pertempuran Hastings. Dewangga Bayeux diduga berasal dari abad ke-11, yakni dari kisaran beberapa tahun sekitar waktu berlangsungnya pertempuran tersebut. Menurut pandangan yang kini sudah berterima luas, tapestri ini dibuat di Inggris, mungkin untuk dihadiahkan kepada William. Tapestri Bayeux menyajikan cerita dari sudut pandang pihak penakluk, yaitu bangsa Norman, dan selama berabad-abad tersimpan di Normandia.
Di dalam bukunya yang terbit tahun 2005, La Tapis...Selengkapnya
Dewangga Bayeux (bahasa Prancis: Tapisserie de Bayeux; bahasa Latin: Tapete Baiocense) adalah kain sepanjang hampir 70 meter (230 kaki) dan selebar 50 sentimeter (20 inci) bersulam gambar runtunan peristiwa yang berakhir dengan takluknya Inggris kepada bangsa Norman pada tahun 1066. Pengerahan pasukan Normandia ke Inggris, di bawah pimpinan William, Adipati Normandia, dimaksudkan untuk menggugat kedaulatan Raja Harold II, dan memuncak pada peristiwa pertempuran Hastings. Dewangga Bayeux diduga berasal dari abad ke-11, yakni dari kisaran beberapa tahun sekitar waktu berlangsungnya pertempuran tersebut. Menurut pandangan yang kini sudah berterima luas, tapestri ini dibuat di Inggris, mungkin untuk dihadiahkan kepada William. Tapestri Bayeux menyajikan cerita dari sudut pandang pihak penakluk, yaitu bangsa Norman, dan selama berabad-abad tersimpan di Normandia.
Di dalam bukunya yang terbit tahun 2005, La Tapisserie de Bayeux, Sylvette Lemagnen, konservator tapestri ini, mengemukakan sebagai berikut:
Tapestri Bayeux adalah salah satu capaian tertinggi bangsa Norman di bidang seni rupa gagrak Romanik .... kelestariannya dalam keadaan yang nyaris utuh selama sembilan abad hampir dapat dikatakan suatu mukjizat ... Panjangnya yang istimewa, keserasian dan kesegaran warna-warninya, kehalusan seni kriyanya, dan kecendekiaan yang menjiwai pengerjaannya berpadu menjadikannya tunak memukau.
Kain pemanis dinding ini memuat 58 gambar adegan, banyak yang disertai titulus Latin, tersulam pada kain linen dengan benang wol warna-warni. Tapestri ini agaknya dibuat atas prakarsa Odo, Uskup Bayeux, adik William yang seibu lain bapak, dan dikerjakan di Inggris pada dasawarsa 1070-an untuk dihadiahkan kepada William. Para sarjana menemukan kembali Tapestri Bayeux pada tahun 1729, saat berlangsungnya pemajangan tahunan tapestri ini di Katedral Bayeux. Tapestri Bayeux kini terpajang di Musée de la Tapisserie de Bayeux di Bayeux, Normandia, Prancis (49.2744°N 0.7003°W / 49.2744; -0.7003).
Corak-corak hias pada Tapestri Bayeux adalah corak hasil sulam, bukan corak hasil tenun tapestri, sehingga tidak memenuhi definisi sempit dari kata "tapestri". Meskipun demikian, kain hiasan dinding ini sudah sedari dulu disebut tapestri, dan baru belakangan ini sebutan "Tekat Bayeux" mulai dipakai oleh beberapa sejarawan seni rupa. Tapestri Bayeux dapat dipandang sebagai contoh langka karya seni rupa gagrak Romanik sekuler. Tapestri dijadikan penghias dinding gereja-gereja maupun rumah-rumah mewah di Eropa Barat pada Abad Pertengahan, kendati dengan panjangnya yang mencapai 05 x 6.838 meter (16 kaki 5 inci x 22.434 kaki 5 inci), Tapestri Bayeux terbilang istimewa dari segi ukuran. Yang disulam hanya gambar benda dan hiasan, sementara latarnya dibiarkan kosong, pengerjaan semacam ini membuat corak-corak hias terlihat menonjol dan perlu diterapkan dalam usaha untuk menghias bidang yang luas.
Tambah komentar baru