Mani stone

Batu mani adalah lempengan batu, bebatuan, atau kerikil yang diukir dengan mantra enam suku kata Avalokiteshvara (Om mani padme hum, oleh karena itu dinamakan batu mani). ) sebagai bentuk doa dalam Buddhisme Tibet. Istilah batu mani juga dapat digunakan untuk merujuk pada batu yang di atasnya diukir atau dilukis mantra atau desain kebaktian apa pun (seperti ashtamangala). Batu Mani sengaja ditempatkan di sepanjang tepi jalan dan sungai atau dikelompokkan menjadi gundukan, piramida dr batu kasar, atau terkadang tembok panjang, sebagai persembahan kepada roh tempat atau genius loci. Membuat dan mengukir batu mani sebagai seni proses kebaktian atau kesengajaan adalah sadhana tradisional kesalehan kepada yidam. Batu mani adalah salah satu bentuk renungan cintamani.

Teknik yang lebih disukai adalah relief tenggelam, yaitu area di sekitar setiap huruf diukir, sehingga huruf-huruf tersebut berada pada permukaan aslinya, kini lebih tinggi daripada latar belakang. Batu-batu tersebut sering kali dicat dengan warna simbolis untuk setiap suku kata (om putih, ma hijau, ni kuning, pad biru muda, me merah, hum biru tua), yang dapat diperbarui jika hilang karena pelapukan.

Destinations